Muhammadiyah Perkuat Konsep Kalender Hijriah Global Tunggal
JAKARTA — Anggota Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Arwin Juli Rakhmadi Butar-butar, menegaskan pentingnya penerapan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) sebagai langkah strategis untuk menyatukan sistem penanggalan umat Islam di seluruh dunia.
Hal tersebut disampaikan dalam Pengajian Pimpinan Pusat Muhammadiyah di Jakarta, Jumat (13/02).
Dalam pemaparannya, Arwin menekankan bahwa istilah yang benar adalah Kalender Hijriah Global Tunggal atau disingkat KHGT, yang kini telah resmi menjadi metode penanggalan yang digunakan Muhammadiyah. Ia mengingatkan agar penyebutan konsep tersebut tidak keliru, baik dalam bentuk panjang maupun singkatannya.
Menurutnya, gagasan utama KHGT adalah menghadirkan prinsip “satu hari satu tanggal untuk seluruh dunia.” Artinya, apabila suatu hari ditetapkan sebagai tanggal tertentu dalam kalender hijriah, maka tanggal tersebut berlaku serentak bagi umat Islam di seluruh dunia tanpa perbedaan regional.
“Jika hari ini disepakati sebagai 25 Sya’ban, maka 25 Sya’ban itu sama dan berlaku di seluruh dunia,” jelasnya.
Arwin menegaskan bahwa KHGT tidak hanya diperuntukkan bagi kepentingan ibadah seperti puasa dan hari raya, tetapi juga untuk aktivitas sosial dan administratif umat Islam. Ia mendorong agar umat Islam mulai membiasakan penggunaan tanggal hijriah dalam berbagai kegiatan, termasuk agenda organisasi dan pengajian.
Menurutnya, penggunaan kalender hijriah secara luas merupakan bagian dari upaya membangun kembali identitas peradaban Islam yang selama ini belum memiliki sistem kalender global yang seragam, meskipun Islam telah berusia lebih dari 14 abad.
“Selama 1.400 tahun lebih, umat Islam belum memiliki kalender pemersatu yang berlaku secara global,” ujarnya.
pada dalil, ijtihad ulama, dan kesesuaian dengan ilmu pengetahuan.
Menurutnya, perbedaan adalah realitas yang hampir pasti terjadi, sehingga harus dihadapi dengan kedewasaan.
“Kalau perdebatan tidak ada ujungnya, cukupkan saja. Biarkan KHGT mengalir dan terus dikaji,” ujarnya.
Arwin menegaskan bahwa tujuan besar KHGT bukan sekadar teknis penanggalan, melainkan upaya jangka panjang membangun kalender global sebagai pemersatu umat Islam sekaligus “membayar utang peradaban” Islam terhadap pengorganisasian waktu dunia.
Source: Muhammadiyah.or.id