Menag Resmi Buka Konferensi Wakaf Internasional di Padang
DMITV.id, SUMBAR - Menteri Agama Nasaruddin Umar membuka Konferensi Wakaf Internasional di Padang, Sumatera Barat. Menag berharap konferensi ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat ekosistem wakaf sebagai pilar kesejahteraan umat.
Konferensi ini berlangsung dari 14-16 November 2025. Hadir pada pembukaan, Sekretaris Jenderal Kemenag yang juga Ketua Badan Wakaf Indonesia (BWI) Kamaruddin Amin, Ketua Dewan Pertimbangan MUI KH Ma’ruf Amin, Wakil Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Ketua Baznas Noor Achmad, serta ratusan pemangku kepentingan wakaf lainnya
Konferensi Wakaf Internasional 2025 mengusung enam agenda utama, yaitu konferensi internasional, pelatihan dan sertifikasi nadzir wakaf kompeten, pameran produk wakaf, Waqf and Investment Gathering, Waqf Goes to School/Campus, serta Silaturahmi Nasional Ulama dan Pengasuh Pesantren. Kegiatan ini diikuti sekitar seribu peserta dari berbagai elemen nasional dan internasional.
Menag menegaskan bahwa wakaf memiliki peran fundamental dalam pembangunan sosial. Ia menggambarkan bahwa jutaan masyarakat menikmati layanan yang berdiri di atas tanah wakaf tanpa menyadari bahwa manfaat tersebut berasal dari kemurahan hati para wakif.
“Wakaf bukan hanya membangun ruang fisik, tetapi juga ruang sosial tempat masyarakat bertumbuh dalam suasana aman dan damai,” ujarnya di Padang Sabtu, (15/11/2025).
Menag juga menyoroti potensi wakaf nasional yang sangat besar. Indonesia diperkirakan memiliki potensi wakaf Rp180 triliun per tahun, namun baru terealisasi sekitar Rp7 triliun. Selain itu, terdapat 37 “pundi-pundi umat” yang belum terkelola dengan baik.
“Jika pundi-pundi ini dikelola secara optimal, inshaallah dapat mengentaskan kemiskinan. Ke depan, kemiskinan umat tidak perlu ditangani oleh pajak, tetapi cukup oleh pundi-pundi umat. Biarkan pajak fokus untuk membangun infrastruktur,” tegasnya.
Melalui forum internasional ini, Kemenag menegaskan komitmennya untuk memperkuat tata kelola wakaf, dan mendorong sinergi lintas lembaga untuk menghadirkan kemanfaatan wakaf yang lebih produktif.
Ketua Dewan Pertimbangan MUI KH Ma’ruf Amin, menekankan bahwa wakaf kini perlu dihubungkan dengan kebutuhan investasi global. Untuk itu, tata kelola yang profesional menjadi suatu keharusan.
“Transparansi, audit syariah yang ketat, dan pelaporan terbuka harus menjadi prinsip utama pengelolaan wakaf ke depan,” ujarnya. Ma’ruf Amin mengingatkan bahwa pengembangan wakaf bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga tanggung jawab seluruh umat.
Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah menyampaikan bahwa potensi wakaf nasional sangat besar namun belum sepenuhnya dioptimalkan secara produktif. Menurut data BWI 2025, nilai aset wakaf mencapai Rp2 triliun dengan luas tanah wakaf lebih dari 57.000 hektare. Adapun nilai wakaf yang sudah terhimpun hingga pertengahan 2025 mencapai Rp2,1 triliun.
“Wakaf dapat menjadi solusi pembiayaan berkelanjutan, mulai dari pendidikan, layanan kesehatan, penguatan UMKM, hingga ketahanan sosial masyarakat,” ujarnya.
Menag menilai konferensi ini sebagai forum penting untuk menyatukan langkah antar lembaga, ulama, akademisi, dan pelaku ekonomi syariah. Melalui penguatan regulasi, serta inovasi digital pengelolaan wakaf, Kemenag menargetkan peningkatan signifikan dalam penghimpunan dan pemberdayaan wakaf produktif di Indonesia.
Konferensi Wakaf Internasional 2025 ini diharapkan mampu menjadi jalan untuk menuju kebangkitan wakaf produktif yang berkelanjutan dan memberi dampak langsung bagi kesejahteraan umat​​​​​​​.
Source: Kemenag.or.id