Ketua PP Muhammadiyah Resmikan Expo Museum, PTMA, dan UMKM di UM Bandung
BANDUNG — Rangkaian Milad ke-113 Muhammadiyah resmi dimulai dengan pembukaan Expo Museum Muhammadiyah, Expo Perguruan Tinggi Muhammadiyah–Aisyiyah (PTMA), dan Expo UMKM di Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung pada Ahad (16/11/2025). Acara ini menarik antusiasme besar dari warga persyarikatan yang datang dari berbagai wilayah Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Dadang Kahmad menyampaikan apresiasi mendalam kepada UM Bandung dan PWM Jawa Barat atas keseriusan mereka dalam mempersiapkan rangkaian kegiatan milad.
Guru besar sosiologi UIN Sunan Gunung Djati Bandung ini menilai apa yang dilakukan UM Bandung mencerminkan dinamika gerakan Muhammadiyah yang terus hidup dan berkembang.
Dadang menyebut UM Bandung sebagai salah satu PTMA yang mengalami pertumbuhan luar biasa dalam waktu singkat. Apa pasal?
Menurutnya, meski tergolong muda, UM Bandung telah menjelma menjadi universitas yang diperhitungkan di lingkungan persyarikatan berkat transformasi yang cepat serta peningkatan jumlah mahasiswa yang signifikan.
Selain itu, Dadang mengapresiasi kekompakan PWM Jawa Barat yang dinilainya sebagai salah satu wilayah paling aktif dalam menjalankan program organisasi.
Ia menegaskan bahwa perpaduan antara UM Bandung dan PWM Jawa Barat menjadi alasan kuat mengapa keduanya layak dipercaya sebagai tuan rumah Milad ke-113 Muhammadiyah.
Mantan Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Barat ini menyoroti bahwa penyelenggaraan expo dalam rangkaian milad merupakan hal yang jarang dilakukan sebelumnya.
Namun, semangat UM Bandung dan PWM Jawa Barat yang begitu besar menghadirkan konsep baru yang lebih meriah dan bermanfaat bagi warga Muhammadiyah. Bahkan, ia mendorong agar suatu hari UM Bandung dapat menjadi tuan rumah Tanwir atau Muktamar Muhammadiyah.
Dadang juga menyinggung perjalanan panjang pendirian Museum Muhammadiyah yang telah dicita-citakan sejak sebelum reformasi.
Museum tersebut dibangun sebagai wadah pelestarian artefak, dokumen, dan karya sejarah Muhammadiyah untuk menjadi sarana pendidikan generasi mendatang. Ia turut bangga karena museum ini kini masuk nominasi Museum Cerdas berkat perpaduan koleksi historis dan teknologi digital.
Sambutan Dadang ditutup dengan pembacaan basmalah sebagai tanda pembukaan resmi expo. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan berbagai agenda yang menampilkan potensi besar persyarikatan Muhammadiyah di bidang sejarah, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi.
Rektor UM Bandung Herry Suhardiyanto dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan kepada UM Bandung sebagai tuan rumah kegiatan nasional tersebut.
Ia mengakui bahwa persiapan dilakukan dalam waktu singkat dan dengan keterbatasan sumber daya, namun tetap mampu menghasilkan penyelenggaraan yang baik dan terarah.
Herry menjelaskan bahwa jumlah warga Muhammadiyah yang mendaftar secara daring mencapai sekitar 4.860 orang. Angka tersebut belum termasuk peserta yang datang langsung tanpa registrasi, yang menurutnya jumlahnya tidak sedikit.
Melihat tingginya antusiasme, UM Bandung mengusulkan kepada Pimpinan Pusat Muhammadiyah agar Milad ke-113 dilengkapi dengan Expo Museum Muhammadiyah untuk memberikan kesempatan bagi warga yang belum
Melalui expo ini, UM Bandung menampilkan berbagai foto dan artefak sejarah Muhammadiyah dari berbagai daerah, termasuk Yogyakarta dan Garut.
Selain itu, expo PTMA menghadirkan ragam inovasi dan teknologi dari kampus-kampus Muhammadiyah–Aisyiyah, sementara Expo UMKM menampilkan beragam kuliner khas Jawa Barat yang menjadi daya tarik pengunjung.
Herry berharap rangkaian kegiatan ini mampu membangkitkan kesadaran sejarah sekaligus memperkuat semangat generasi muda Muhammadiyah.
Source: Kompasiana.com