Didukung DMI, Kemnaker Gelar Kegiatan Peningkatan Kapasitas Layanan Kewirausahaan

buchori
buchori 2 mnt baca
JAKARTA - Sehingga, jumlah total peserta yang mengikuti kegiatan layanan kewirausahaan batch ke-10 sejumlah 143 (seratus empat puluh tiga) orang peserta. Langkah ini menjadi wujud nyata komitmen Kemnaker dalam memperluas kesempatan kerja, mendorong inklusivitas ketenagakerjaan, sekaligus memperkuat pemulihan ekonomi nasional. Prof. Dr. Sukro Muhab, M. Si., Staf Khusus Menteri Ketenagakerjaan RI menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung program ini meliputi Dewan Masjid Indonesia, Alumni Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBVP) Bekasi, serta khususnya bagi kelompok tenaga kerja dengan keterbatasan akses kerja, seperti penyandang disabilitas.   Mencetak Wirausaha Mandiri dan Inklusif Kegiatan Layanan Kewirausahaan yang yang dilaksanakan oleh Kemnaker merupakan salah satu perwujudan nyata dari komitmen mencetak wirausaha mandiri dan inklusif. Program ini dirancang secara komprehensif, tidak hanya berhenti pada pelatihan teoritis. Peserta yang akan dibekali dengan keterampilan teknis menyusun rencana bisnis, strategi pemasaran digital, serta pengelolaan keuangan usaha yang sehat. “Layanan kewirausahaan muncul bukan sekadar sebagai alternatif, melainkan sebagai sebuah jawaban strategis. Setiap usaha yang lahir dari gagasan kreatif, tidak hanya akan menghidupi pemiliknya, tetapi juga akan membuka lapangan kerja, menggerakkan roda ekonomi lokal, dan pada akhirnya berkontribusi terhadap ketahanan ekonomi nasional,” ujar Staf Khusus Menaker.   Tantangan dan Kondisi ketenagakerjaan kini Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada Februari 2025 di Indonesia sebesar 4,76%. Meskipun presentasenya menurun dibanding tahun 2024, namun jumlah pengangguran masih di angka 7,28 juta orang dan angka ini menunjukkan bahwa Indonesia masih memiliki tingkat pengangguran yang belum ideal. TPT penduduk pada kelompok Umur Muda mencapai 16,16% yang dapat diartikan bahwa dari 100 orang penduduk berumur 15-24 tahun yang termasuk angkatan kerja, terdapat sekitar 16 orang yang menganggur. Hal tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi Kementerian Ketenagakerjaan dalam membuka kesempatan kerja seluas-luasnya bagi secara formal maupun informal.   Kolaborasi antar lembaga Kementerian Ketenagakerjaan menekankan bahwa peningkatan kapasitas layanan kewirausahaan yang inklusif hanya dapat tercapai dengan dukungan menyeluruh dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, sektor dunia usaha, lembaga sosial, Lembaga pendidikan, hingga komunitas yang ada di masyarakat. Melalui kolaborasi yang solid, program ini diharapkan dapat dijalankan secara merata, fleksibel, dan sesuai dengan kebutuhan di setiap wilayah. Semua pihak diharapkan dapat bersinergi untuk memastikan keberlanjutan program ini sebagai langkah nyata dalam memperkuat kemandirian ekonomi serta mendorong inklusi ketenagakerjaan di Tanah air.