Sahabat yang Berani Mengingatkan
Sahabat sejati bukan hanya orang yang hadir ketika kita bahagia. Ia juga hadir ketika kita mulai kehilangan arah.
Ada kisah indah tentang Salman Al-Farisi dan Abu Darda radhiyallahu ‘anhuma, dua sahabat Rasulullah ﷺ yang saling menyayangi.
Suatu hari, Salman berkunjung ke rumah Abu Darda. Ia melihat sahabatnya begitu tekun beribadah, tetapi sampai kurang memperhatikan hak dirinya sendiri dan keluarganya.
Dengan penuh kasih, Salman mengingatkan:
“Sesungguhnya Tuhanmu mempunyai hak atasmu, dirimu mempunyai hak atasmu, dan keluargamu juga mempunyai hak atasmu. Maka berikanlah kepada setiap yang memiliki hak, haknya.”
Abu Darda menerima nasihat itu. Ketika kisah tersebut disampaikan kepada Rasulullah ﷺ, beliau membenarkan Salman dan bersabda:
“Salman benar.”
(HR. Bukhari)
Dari kisah ini kita belajar, sahabat bukan yang selalu membenarkan kita. Sahabat sejati adalah yang berani mengingatkan ketika kita mulai salah arah.
Karena terkadang, nasihat yang terasa tidak nyaman justru merupakan bentuk kasih sayang yang paling tulus.
Jangan marah ketika sahabat mengingatkan. Bisa jadi, melalui sahabat itulah Allah sedang menjaga langkah kita.
DMI TV — Dari Masjid untuk Kita.